Iklan 1

Minggu, Oktober 15, 2006

STOP PRESS : ASPEK, INDIKATOR, DIMENSI, FAKTOR

Ya karena satu dan lain hal, maka saya memutuskan untuk membahas masalah ini dulu. Uji Asumsi akan kita temui lagi setelah yang ini.

Baiklah, dalam pembuatan skala psikologis, langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan domain pengukurannya terlebih dulu. Ketika kita menentukan domain ukur ini kita perlu menentukan aspek atau indikator dari variabel yang ingin kita ukur ini. Nah seringkali kita mengalami kebingungan membedakan antara aspek, indikator, faktor dan dimensi. Dalam artikel ini saya akan berusaha memberikan semacam batasan kasar yang mungkin dapat membantu teman-teman.

ASPEK,INDIKATOR, DIMENSI

Ketiga istilah ini saya jadikan satu karena ketiganya berbicara tentang isi dari suatu variabel. Mungkin akan lebih jelas jika saya memberikan contoh. Misalnya kita akan membuat skala yang mengukur kecemasan. Maka yang perlu kita tanyakan pertama adalah:Seperti apa orang yang mengalami kecemasan?
Jawaban yang diberikan misalnya : badan gemetar, muka pucat, jantung berdebar kencang, berkeringat dingin, pikiran kacau, sulit berkonsentrasi, gelisah, perasaan tidak nyaman, dll. Jawaban-jawaban ini sebenarnya merupakan indikator dari kecemasan. Indikator mungkin dapat disamakan dengan simptom atau gejala. Indikator inilah yang kemudian menjadi item dalam skala.
Nah jika kita amati, sebenarnya indikator-indikator tadi dapat dikelompok-kelompokkan. Misalnya badan gemetar, muka pucat, jantung berdebar dapat dijadikan satu kelompok yaitu ciri-ciri fisik. Sementara pikiran kacau, sulit berkonsentrasi dapat dijadikan satu kelompok yaitu ciri-ciri kognitif. Kelompok-kelompok inilah yang disebut aspek. Dalam prakteknya, kita biasanya menemukan aspek terlebih dulu baru kemudian menemukan/membuat indikatornya.
Setelah item-item disusun, maka kita kemudian akan menentukan penskalaannya. Misalnya kita bisa menggunakan model penskalaan Likert, dengan kategori Selalu sampai Tidak Pernah (subjek diminta menilai frekuensi) atau kategori Sangat Kuat sampai Sangat Lemah (subjek diminta menilai intensitas kecemasan yang dirasakan). Intensitas dan frekuensi inilah yang disebut dimensi.

Faktor
Faktor merupakan variabel-variabel lain di luar variabel yang akan kita ukur yang mempengaruhi (mendukung atau menghambat) variabel yang akan kita ukur. Misalnya variabel yang akan kita ukur adalah kecemasan. Aspek akan berisi pengelompokan indikator/simptom. Dimensi terkait dengan dimensi pengukuran kecemasan (intensitas atau frekuensi). Faktor akan terdiri dari variabel yang mempengaruhi kecemasan, misalnya dukungan sosial, kondisi fisik, dll (jujur saja saya agak kesulitan cari faktor yang mempengaruhi kecemasan, karena saya tidak banyak mempelajari variabel ini.)

Well demikianlah kiranya yang dapat saya bagikan tentang aspek, indikator, dimensi dan faktor. Semoga bisa membantu teman-teman semua.

4 komentar:

Ucok mengatakan...

Setuju Pak. Banyak orang yang menyamakan faktor dengan indikator, padahal berbeda seperti yang Bapak jelaskan.

Mungkin ada satu lagi yang sering disamaartikan oleh banyak orang, antara faktor, indikator, dan dampak/output.

Selalu orang menyusun indikator suatu variabel, tetapi yang disusunnya sebenarnya adalah dampak
yang terjadi akibat dari variabel tersebut

Misalnya begini Pak. Ada orang yang bermaksud menguji tentang kualitas pelatihan yang telah diikuti karyawan, lalu si peneliti menyusun indikator kualitas pelatihan yakni: kemampuan pelatihan meningkatkan kualitas kerja, kemampuan pelatihan menumbuhkan tanggung jawab kerja, dsb.

Padahal itu bukan indikator dari pelatihan yang berkualitas, seharusnya suatu pelatihan yang berkualitas bisa dilihat dari ciri-ciri: kemampuan instrukturnya, kurikulumnya, kelengkapan fasilitas pelatihan, materi pelatihan, dsb.

Eh, bener nggak sih pendapat saya ini Pak?

Mohon argumentasinya. Thanks Pak

agung santoso mengatakan...

Ya saya sependapat. Yang disebut sebagai indikator pelatihan oleh orang tersebut sebenarnya indikator dari keberhasilan pelatihan. Keberhasilan pelatihan merupakan variabel lain (atau sekumpulan variabel lain) yang dipengaruhi oleh pelatihan.

Dalam hal ini berarti termasuk dalam faktor-faktor bukan indikator.

Terkait dengan indikator pelatihannya, saya kurang pasti karena sangat terkait dengan teori mengenai pelatihan. Tapi saya pikir secara umum yang disampaikan ucok dapat dianggap sebagai indikator pelatihan.

Afri mengatakan...

Pak agung menurut dosen pembibing saya adapun urutan penentuan indikator dari sebuah variabel:
urutan tabel [Variabel] [Teori] [Dimensi] [Indikator] [butir pertanyaan]
caranya:
1. Tentukan/temukan kata kunci dari tiap-tiap teori/definisi variabel sebagai dimensi.
2. Dari tiap dimensi buat beberapa indikator, dan dari indikator buat butir pertanyaan.

sampai detik ini saya bingung,untuk menentukan dimensi. mohon bantuannya tuk menentukan dimensi dan indikator dari variabel pelatihan dan produktivitas.
Saya sedang dalam bab pembahasan sementara waktu saya tinggal 2 minggu tuk pendaftaran sidang. sekali lagi mohon bantuannya pak

Agung Santoso mengatakan...

Afri,

Wah maaf sekali ya. Sangat lama komentarnya baru ditanggapi.

Mungkin yang dimaksud dimensi oleh pembimbing Afri sedikit berbeda dengan yang saya maksud dimensi di sini. Dalam postingan ini, dimensi yang dimaksud oleh pembimbing Afri, sepertinya lebih mirip aspek.

Tapi OK lah, terlepas dari istilahnya, biasanya keterangan mengenai dimensi atau aspek ini ada dalam teori yang digunakan sebagai acuan. Mengenai dimensi atau aspek dari pelatihan, menurut saya terkait dengan materi pelatihannya. Oleh karena itu perlu dicek ke teori yang digunakan untuk menyusun materi pelatihan.

Mengenai produktivitas, saya pikir ini terkait dengan bagaimana produktivitas hendak diukur. Ukuran-ukuran produktivitas tidak selalu harus memiliki dimensi atau aspek. Terkadang ada beberapa variabel yang pengukurannya cukup sederhana sehingga hanya membutuhkan pertanyaan faktual (seperti berapa barang yang diproduksi dalam sebulan). Jik pertanyaan faktual ini yang digunakan, tentunya tidak membutuhkan dimensi atau aspek dalam penyusunan pertanyaannya.